Feeds:
Posts
Comments

Photograph

Pernah buka lagi album foto waktu kita masih kecil? Ada satu atau bahkan banyak foto di mana kita bisa ketawa bebas. And it was captured perfectly. That laugh came out from our deepest heart, wasn’t it? I miss that moment anyway.

I’m that one kind of girl who likes to see again that photographs. Sometimes I cry when I see it, just simply because I miss that moment very much. I miss how I laugh for a very simple reason or with no reason at all.

Bagian yang paling gue suka adalah ketika kita liat foto jaman dulu adalah “it always remind me how happy I was”. I want to be in that situation all over again. It doesn’t mean that I’m not thankful for what I have right now, but I just wanna feel that moment again. I wanna laugh for no reason.

Kalau kata Ed Sheeran, “We made memories for ourselves, where eyes are never closing, hearts are never broken, and times forever frozen still…” Ya, kaya gitulah foto, bakalan terus membekukan semua memori kita, yang sedih, yang bahagia, yang tertawa, atau yang nangis sekalipun. I’m keeping it for my self, as my reminder, that I’ve through a lot of things and I still keep them to eternity. Thank your for my mom and my dad for capturing the best moment in my life while I didn’t recognize a thing that made you smile brighter than before. I hope I’ll feel it at anytime soon.

Advertisements

My Life’s Purpose

I always say to my self that I have a clear purpose of life. i’ve never thought that someday I would be asked about this simple question. But it is bothering as hell. “What is the purpose of your life, Bela?”

What is my purpose of life? Tujuan hidup saya akan ke mana? Harusnya gue udah punya, well, to be honest, I don’t know how to answer it. The purpose of my life would affect on how I live my life, right?

Ok. This is heavy.

Make long story short, it makes me think. That my purpose isn’t that clear. But I got a point, I have to make it right away. Tapi ada yang harus digarisbawahi kalo ada perbedaan antara tujuan hidup dan pencapaian hidup. Perbedaan yang mendasar adalah kalau pencapaian lebih ke “how you do it” dan kalau tujuan hidup “why you do it”.

I haven’t decided my purpose yet. But I think this could be something dope “I’ll live my life happily, with no regret, no more tears, and no more fears”. And it starts today.

Tentang Cinta

Pernah dengar sesuatu tentang cinta? Semuanya kadang enggak ada yang logis ya…

Di satu waktu, kita bisa ngerasa masa depan tentang berdua selamanya itu sedekat ruh dengan raganya. Tapi di waktu yang lain, bahkan kata “kita” terasa sungkan keluar dari mulut.

Yang katanya cinta,

Di satu waktu, bisa melihat orang yang sama sepanjang waktu. Di waktu yang lain, kita bisa aja jalan sama orang lain, tertawa lebih keras, lebih lepas, dan lebih bahagia.

Cinta itu abstrak. Enggak ada pelajarannya di sekolah, tapi diuji setiap hari.

Cinta ya… kalau kita berbuat salah, penjelasan bisa ditangkap hanya sebatas alasan untuk mengelak dari kesalahan. Tetap tidak bisa diterima penjelasannya, tapi tetap dimaafkan.

Cinta? Bisa pergi? Iya. Sampai yang tersisa hanya rasa saling memiliki satu sama lain. Sampai akhirnya merasa hanya dia satu-satunya orang yang bisa diajak berbagi sampai salah satunya meninggalkan yang lain terlebih dahulu.

Pernah ditinggalkan orang yang dicintai? Sakit kan? Sakit sekali. Jalan terus terseok, awalnya masih berjalan perlahan, menahan sakit, sambil berdoa semoga dia yang dicinta bisa kembali. Sampai pada akhirnya, setelah bisa berjalan tegak, kita masih dihadapkan akan doa yang sama, namun sudah terbiasa dengan sakitnya. Walaupun setahun, 2 tahun, 5 tahun, atau 10 tahun kemudian dia menemukan cinta yang lain, cintanya enggak akan pernah sama dengan terdahulu.

Cinta, walaupun terkadang logikaku mengingkari kata-katanya, selalu ada pembenaran di akhir cerita tentang mengapa tak mengikuti kata cinta, yang keluar dari hati. Semogacinta selalu ada dan dapat menghibur hati yang sakit.

Routine

It started when I took my first step at this cold building. I had known that something would never be the same again. My look, my thoughts, the way I talk, even my appearance. But it doesn’t matter to me. What does matter is when I change my mind about my whole life. The decision that already made is changed. The saddest part about it is when I have to sacrifice some things I love the most. Now, I have to get used to something new, something unfamiliar, something I wish I’ve never known what it’s like.
That’s how life change me. That’s how life betrayed me for something I’m not.
I left my family.
I lied to them.
I left my dream.
Soon, I have to pay for what I’ve done.

Kalo bisa sok puitis itu sih yang bakalan gue bilang. Sambil teriak kalo dunia ini enggak pernah adil. But that’s life, right? Engak pernah mau dikalahin. Cuma mau negosiasi doang.

But at least here I am. Gue ninggalin mimpi gue buat terbang ke Belanda setelah diterima untuk lanjutin kuliah S2 di salah satu universitas terbaik di bidang Food Safety di sana. Well, you may trace it and find out that Wageningen University was all about my dream. meninggalkan tawaran seorang dosen senior buat jadi dosen di salah satu Universitas terbaik di Indonesia, well you can say it as UGM. Gue masih dalam proses pendidikan di salah satu Bank BUMN yang terkenal masa pendidikannya paling lama se-dunia akhirat. Regret? Obviously.
Di sini gue berharap bisa bertahan sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan, masih berdoa suatu hari bisa balik ke Jogja untuk jadi dosen di sana. Raise my family well, live happily ever after. But the world doesn’t work like that. Gue cuma bisa berdoa kalo suatu hari ada konspirasi alam yang bisa bawa gue ke mimpi gue. amin

Months before graduation, I hope. Masih banyak hal yang bisa terjadi. Masih banyak hal yang harus diselesaiin, dipelajari, dituntaskan. Sampai akhirnya nanti gue bisa cerita gimana kelanjutannya. Well, it’s been awhile since the last time I wrote. So happy I could finally write again.
Well, let me tell you about my life now. Wake up at 4. Wash my clothes. Then get ready to the office and get going at 6, or 6.15 max. I usually go by train, motobike, or car. Whatever. As long as I could reach office safe and sound. I’ll go home at 4.30 pm, and do shopping or just go home directly. I’m not a kind of person who hang out that much in work days. I spend a lot of time relaxing at my sweet apartment, watching movies, swimming, cooking, and stuff. I don’t study at the whole time, like my friends do hahahaha. Cuma karena gue belajar di kelas ketika gue mood dan ketika gue penasaran aja. I hope it won’t kill me ketika kompre nanti hahaha.
Monoton life. But that’s how I call it as my routine. Just plain. But I add too much spices my my activities after work at my apartment tho.
I sleep a lot. Not because I’m too lazy to do anything. I just don’t want to miss my family too much by waking up and realizing that we’re 600 miles apart from each other. Konsekuensi berat yang harus ditanggung atas keegoisan sewaktu. Dear God, may I take back some of my prayers?? 😦

Wedding Song List

Berhubung “Wedding” adalah salah satu hal yang sangat gue tunggu. Gue ada referensi lagu-lagu yang gue sebut dengan “My Wedding Song List”. Kumpulan dari 50 lagu yang terdiri dari beberapa artis Indonesia dan juga mancanegara yang sangat gue pikir cocok untuk suasana pernikahan dan semoga ada beberapa pilihan yang enggak mainstream ya. Here it goes :

  1. Tulus – Teman Hidup
  2. Glenn Fredly – My Everything
  3. Glen Fredly – Kasih Putih
  4. Glenn Fredly – Kisah Romantis
  5. Michael Buble – Everything
  6. Michael Buble – Save The Last Dance
  7. Celine Dion – Because You Loved Me
  8. The Corrs – Summer Sunshine
  9. Michael Learns To Rock – Paint My Love
  10. Maliq & D’Essentials – Pilihanku
  11. Maliq & D’Essentials – The One
  12. Craig David – Officially Yours
  13. Craig David – Unbelievable
  14. Abdul and The Coffee Theory – Lovable
  15. Blue – Best In Me
  16. Westlife – My Love
  17. Marcell – Kau Takkan Terganti
  18. Chrisye – Untukku (menurut gue ini versi paling enak ketimbang versi yang lainnya)
  19. Shania Twain – You’re Still The One
  20. Josh Groban – When You Say You Love Me
  21. Aerosmith – I Don’t Wanna Miss a Thing
  22. Gigi – 11 Januari
  23. Vina Panduwinata – Biru
  24. Harvey Malaiholo ft. Vina Panduwinata – Begitulah Cinta
  25. Savage Garden – Truly Madly Deeply
  26. Mandy Moore – I Wanna Be With You
  27. Adera – Lebih Indah
  28. Andien – Pulang
  29. Ari Lasso ft. Bunga Citra Lestari – Aku dan Dirimu
  30. Bunga Citra Lestari – Cinta Sejati
  31. Audy – Arti Hadirmu
  32. Boyzone – Everyday I Love You
  33. Rod Steward – Have I Told You Lately
  34. Christian Bautista – The One Who Won My heart
  35. Bunga Citra Lestari ft. Christian Bautista – Tetaplah Di Hatiku
  36. Christina Aguilera – I Turn To You
  37. Colbie Caillat – I Do
  38. Daniel Beddingfield – If You’re Not The One
  39. Westlife ft. Diana Ross – Endless Love
  40. Adrian Martadinata – Ku Ingin Kau Tahu
  41. Adrian Martadinata – Ajari Aku
  42. Kahitna – Tak Sebebas Merpati
  43. Lenka – We Will Not Grow Old
  44. Mariah Carey – Thank God I Found You
  45. Train – Marry Me
  46. Plain White T’s – 1234
  47. Jikustik – Pujaan Hatiku
  48. Tata Young – For You I Will
  49. Ne Yo – Never Knew I Needed
  50. The Calling – I’ll Go Wherever You Will Go

 

Kalo nanti di pernikahan gue dan kalau calonnya adalah lelaki yang bersama gue sekarang, gue berharap nanti di pernikahan kami ada yang nyanyi lagunya Vidi Aldiano yang judulnya Di Bawah Langit Ibu Kota hahahaha. Sounds norak ya, but that song represent us much well then.

That’s The Spirit

It’s been such crazy months with those deadlines, sacrifices, tears, sweats, laugh, and even mocks. May be I’m young but I’ve been through a lot of things.

I’ll tell you about something called spirit. Terakhir kali gue nulis di blog adalah ketika gue sedang akan berniat mulai mengerjakan draft skripsi gue mulai dari bab 4 sampai selesai. Which means, gue baru niat nulis sekitar bulan Desember. Waktu itu niat gue ngerjain adalah hanya karena gue sangat terganggu oleh omelan dan pertanyaan orang tua dan keluarga gue, termasuk pacar gue dan keluarganya mengenai kondisi skripsi gue yang mungkin saat itu udah termasuk file yang sangat gue hindari untuk gue buka.

But well, an opportunity came along that day. On the second week of December, I was called for an interview as an ODP (officer development program) di sebuah bank BUMN. Ok, gue sebut saja itu BRI hahahaha. In short, gue enggak bisa main-main karena waktu interview akhir itu, salah satu pertanyaannya adalah kapan gue lulus. Waktu itu dengan pede gue jawab aja bulan Februari, karena menurut gue, skripsi gue enggak butuh waktu lama lagi buat bisa dijilid (padahal BAB 4 aja masih kacau). Dicerca pertanyaan yang cukup detail dan tricky, gue bisa memutar jawaban akhir yang mungkin bisa memuaskan interviewer (keliatan dari mimik muka mereka).

A week passed by dan bukannya menyelesaikan skripsi, gue take some days off to have a Christmas holiday di Bandung sama Jakarta to see my parents, my boyfriend, and of course his family. Ternyata, di tengah liburan, gue dipanggil lagi untuk medical check up di Jogja, yang artinya gue harus menyudahi liburan gue beberapa hari lebih cepat dengan naik first flight salah satu maskapai full service, gue balik ke Jogja. Sampai Jogja, gue enggak nyangka that it would take that long. Officially the medical check up started at 8 and I was done at 13.00. the check including physical test, lung test, EKG (rekam jantung), hearing test, blood test (twice), and urine. Seminggu kemudian, gue dinyatakan lolos dengan kondisi gue masih digantung sama dosen pembimbing dan belum bisa pendadaran.

Akhirnya, gue minta kebijakan dari BRI dan mereka mau menunggu sampai selesai semuanya. And here I am now, sedang akan menjilid skripsi (see, it takes 2,5 months only). Spirit alias semangat. Banyak banget yang jadi semangat gue selama 2 bulan gue banting tulang nyelesaiin skripsi itu. Mulai dari bosen ditanyain gimana perkembangan skripsi sampai deadline gue masuk pendidikan itu. Semakin gue menunda skripsi gue, semakin mundur jadwal pendidikan gue untuk kerja di perbankan dan semakin mundur pula “kontrak single” gue. They say I’m not allowed to get married for at least 2 years since the contract is signed.

Semangat gue sekarang akhirnya semakin menggebu karena for graduation present, banyak banget hadiah yang gue terima. Perjalanan ke Jakarta (yang pulangnya terpaksa mundur karena gunung Kelud meleutus dan harus reschedule 2x), 1 bouquet of roses and romantic diner with my boyfriend, a full week of holiday without thinking about my thesis, and for the up coming present my dad gave me a ticket to travel with my boyfriend and my mom. I think it will be just the three of us at Lombok island for a week and he allows me to choose the flight (of course I chose the full service and I’m gonna try their new fleet, CRJ 1000 next gen (JOG-DPS) and ATR 72-600 (DPS-LOP)) hahaha I think you can guess which airlines.

For any reasons, i’m a kind person who need more motivation to get something. If I find it is interesting, I’ll die to get it. Dulu gue juga ngebet banget cari kerjaan karena gue ditantang untuk dapet pekerjaan in a great company less than 3 months after my graduation. And i got it even before!!! So, as the bet, my boyfriend will take me to Bali and he will pay for the hotel, while I just think about the flight hehehehe lumayan lah. But looking at the situation, kayanya enggak bisa tahun ini soalnya gue kan belum dapet cuti. Well, may be next year ya 😀 can’t wait! And at last for the present, he ask me to marry him! Wooooow… I’m flattered but when I said “yes” we know that we have 2 years to prepare for it very carefully.

Yeah, that’s the spirit of my life. My family, my fiancee (ooops, so happy to call him so) 😀

How To Choose a Man

Konsep pengetahuan gue tentang memilih laki-laki yang tepat untuk pasangan hidup belakangan ini berubah 180 derajat. Tadinya, gue hanya mengandalkan “klik” doang buat modal kedepannya. Ternyata, “klik” aja enggak cukup buat menuhin segala keperluan yang sangat kompleks di masa depan.

Bukan permasalahan ganteng, kaya, dan pinter. Everything is way deeper than that. Kalo tujuan awal lo deket sama cowok ini buat dijadiin suami, ada banyak hal yang perlu lo perhatiin.

Experiences Means Everything!

Yap, gue pacaran enggak cuma sekali dua kali. I am not a playgirl who jokes around some boys or so. But I chose the wrong guy or may be I was the wrong girl for them. We were just not fit together anyway for some reasons. Tapi, dari pengalaman itu gue belajar banyak, kalau setiap individu itu berbeda. Yep, totally different! In some cases you may find they have a few same basic habits ya. Kaya misalnya kamar mereka such a mess, mereka enggak bisa masak, atau hal-hal yang berbau cowok lainnya. Tapi when you look deeper in their soul, their mind, and their thoughts, mereka itu beda banget. Tinggal gimana lo yakinin diri lo if you are fit together.

Pemikiran cowok itu generally harus lebih bisa memandang a few steps ahead than the lady. Mereka bakalan jadi pemimpin di keluarga, jadi mereka enggak boleh salah langkah dalam membawa keluarganya ke arah yang baik. Difat wise juga sangat diperlukan. Wanita mungkin bisa lebih perhitunganm tapi laki tetep bakalan jadi pengambil keputusan dalam suatu hubungan, because that’s their job. Walaupun kadang mereka need a break and play some childish toys, let them. It’s just their way to take a little break.

 

It’s A Man’s Little Secret

Sexually, man wants it all. Mereka enggak bakalan deny kalo mereka juga menginginkan tubuh dari wanita yang mereka sayangi. Tapi, cowok yang baik punya benteng pertahanan untuk enggak lampauin batas sampai mereka sah secara agama. So, di sini kita dapet poin bahwa cowok yang bagus dijadiin calon suami adalah cowok yang punya basic agama yang kuat. Cowok yang punya basic agama kuat, bakalan nentuin sikap sesuai ajaran agama yang dia anut. Dia enggak akan biarin orang yang dia sayang rusak secara agama

 

A Lifetime Friendship

Seseorang pernah bilang ke gue “apa nanti lo siap bakalan liat suami lo setiap hari, bangun lo bakalan liat dia, tidur lo liat dia, lo harus melayani dia literarilly seumur hidup lo. Lo harus berkomunikasi sama keluarganya, siapa tau emaknya rada bawel, lo harus tetep sopan di depan ortunya apapun kondisinya. Lo harus bisa terima temen-temennya dia yangkadang mungkin aja lo enggak suka.” Bener, semua itu bener. Jadi, cari pasangan hidup itu modal cinta aja enggak cukup. Lo harus nemuin seseorang yang bisa lo jadiin lifetime friend karena enggak ada yang namanya mantan temen kan?  Dan kalo lo mau nikah, lo udah harus bisa nerima pasangan lo seutuhnya, enggak Cuma kekurangan dan kelebihannya, but the whole oh him/her. Penerimaan yang seutuhnya ini yang sering banget jadi perdebatan ketika mungkin aja umur pernikahan lo enggak lagi muda. Setelah beberapa tahun menikah, mungkin lo enggak akan tahan sama beberapa sifat dia.

Sifat, manusia itu hidup secara dinamis ya. Enggak ada orang yang stay in one condition. We live ups and downs, we keep moving on from one moment to another. Dengan adanya perubahan situasi dan kondisi ini, harus ada perubahan juga di dalam hubungan, entah itu komitmen atau yang lainnya. Kalau berantem, potong egonya, inget komitmen awal kalian menikah, bukan potong hubungannya. Kalo setiap kalian merasa beda dan enggak bisa bersatu terus akhirnya cerai, mending enggak usah nikah dari awal. See, we are unique and no one stay the same. So, take it or just don’t have any.

Itu semua pandangan gue tentang suatu hubungan. Di umur gue yang segini, udah bukan masanya bagi gue untuk ngomongin pacaran, gonta-ganti pacar. It’s time for me to thinkabout marriage. And i just knew that marriage is such a big deal. So, I won’t do it in a rush. I’ll prepare my self, I’ll make it as a once in a lifetime lovely and happy marriage. I might fight for once or twice, argue something unimportant, change the commitments, learn a lot of things, or confuse for so many things. But I promise that I will love, cherish, and put mysoul to this. Let’s see how it comes and how it works. May be in the nest 2-4 years later 🙂